cara menanam pohon jeruk yang bagus

sale
cara menanam pohon jeruk yang bagus
KategoriBudidaya Pertanian
Di lihat397 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang
0274-5306545
081327504507
087839811594
D3A510D5
purwo@pupukkelapasawit.com

Prospek agribisnis cara pemupukan jeruk yang benar di Indonesia cukup bagus karena potensi lahan produksi yang luas. Dengan dukungan terbaik sistem perawatan dan langkah langkah budidaya jeruk yang tepat petani bisa menghasilkan keuntungan berlipatkarena produk unggul yang dihasilkannya. Melalui program peningkatan kualitas sumberdaya petani jeruk serta didukung dengan hasil inovasi teknologi pemupukan dan hormon alami, pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya lainnya yang semuanya didasarkan pada analisa ramah lingkungan akan meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi jeruk dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan. Disamping dengan tekhnik budidaya alami, petani juga bisa memilih tekhnik hidroponik untuk tanaman jeruk  super dengan cara cepat yang bisa diterapkan.

SYARAT PERTUMBUHAN

Memerlukan  waktu lama 6-9 bulan basah (musim hujan), curah hujan 1000-2000 mm/th merata sepanjang tahun, perlu air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. Temperatur optimal antara 25-30 °C dan kelembaban optimum sekitar 70-80%. Kecepatan angin lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Ketinggian optimum antara 1-1200 m dpl. Jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok, derajat keasaman tanah (pH tanah) adalah 5,5-6,5 . Air tanah optimal pada kedalaman 150-200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Cara generatif
-Bibit diambil dari biji buah dengan memeras buah yang telah dipotong. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Tanah persemaian diolah sedalam 30-40 cm dan dibuat petakan berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram larutan POC NASA + 1-2 cc/lt air. Persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1:1:1) atau cukup dengan menggunakan tanah biasa disiram POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10-15 liter air.

3.1.2. Cara Vegetatif
-Metode dengan cara penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (understam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Setelah penyambungan tunas pucuk atau penempelan mata tempel, segera disemprot menggunakan POC NASA (3-4 tutup/tangki ) + HORMONIK (1 tutup/tangki ).

3.1.2.1. Pengolahan Media Tanam
-Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: (a) Keprok dan Siem jarak tanam 5 x 5 m; (b) Manis : jarak tanam 7 x 7 m; (c) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m; (d) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m; (e) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m; (f) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m.
-Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 1-2 kg pupuk kandang dan Natural GLIO penyubur organik yang aman dan sudah dikembangbiakkan.
-Pengembangbiakan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).

3.1.2.2. Teknik Penanaman
-Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan: (a) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan; (b) Pengurangan akar; (c) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.
-Setelah bibit ditanam, siramkan resep pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata dengan dosis ± 1 tutup POC NASA per liter air setiap pohon sebagai pupuk perangsang pertumbuhan pohon dan penguat jaringan akar. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 (satu) botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap
1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi disiramkan setiap pohon.
-Beri mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitar bibit. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

IV. PEMELIHARAAN TANAMAN

4.1. Penyulaman
Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.
4.2. Penyiangan
Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan. Menyemai rumput yang tumbuh liar juga perlu dilakukan.

  • cara menanam pohon jeruk yang bagus
  • cara menanam pohon jeruk yang bagus
  • cara menanam pohon jeruk yang bagus
web pupukkelapasawit.com memberikan informasi produk Pupuk Herbal Dan siap kirim ke seluruh propinsi kota kabupaten yang ada di indonesia seperti di kota Ambon | Ambarawa | Balikpapan | Banda Aceh | Bandar Lampung | Bandung | Banjarbaru | Banjarmasin | Banyuwangi | Batam | Batulicin | BauBau | Bekasi | Bengkulu | Berau | Biak | Bima | Blitar | Bogor | Bondowoso | Bone | Bontang | Bulukumba | Bulungan | Cianjur | Ciawi | Cibubur | Cikarang | Cilacap | Cilegon | Cimanggis | Cirebon | Citeureup | Denpasar | Depok | Dumai | Duri | Garut | Gianyar | Gorontalo | Gresik | Handil (Kaltim) | Jakarta Barat | Jakarta Pusat | Jakarta Selatan | Jakarta Timur | Jakarta Utara | Jambi | Jayapura | Jember | Jepara | Karawang | Kediri | Kendari | Kolaka | Kota Bangun (Kaltim) | Kotamobagu | Kudus | Kupang | Kutai | Lhokseumawe | Lubuk Linggau | Lumajang | Luwuk | Madiun | Magelang | Makassar | Malang | Malinau | Manado | Manokwari | Mamuju | Mataram (Lombok) | Medan | Melak | Merauke | Mojokerto | Nabire | Negare (Bali) | Nganjuk | Nunukan | Padang | Palangkaraya | Palembang | Palopo | Palu | Pangkalpinang | Pare-Pare | Paser (Kaltim) | Pasuruan | Pati | Pekalongan | Pekanbaru | Pematangsiantar | Penajam (Kaltim) | Pinrang | Polman | Pontianak | Probolinggo | Purwakarta (Jabar) | Purwokerto (Jateng) | Rembang | Riau | Salatiga | Samarinda | Samboja (Kaltim) | Sangatta | Sanur | Semarang | Sengkang | Sentul | Serang | Sidoarjo | Sidrap | Singaraja | Singkawang | Sintang | Situbondo | Solo | Soppeng | Sorong | Sorowako | Subang | Sumedang | Sukabumi | Surabaya | Tabanan | Tana_Toraja | Tanah Grogot (Kaltim) | Tangerang | Tanjungkarang | TanjungPinang | Tanjung Tabalong | Tarakan | Tasikmalaya | Tenggarong | Tegal | Ternate | Timika | Tuban | Tulung Agung | Ungaran | Yogyakarta